Jumat, 02 April 2010

Gerimis Makassar

L
angit Makassar disaput mendung. Hujan turun satu- satu. Kemarau terlibasi. Irama tak – tik – tuk diatap terdengar riuh melenakan. Bait – bait nadanya seperti simponi kesejukan yang dating bersama angin yang berkesiur basah.
Kegelisahan ikut terangkati. Larut ditelat butir – butir bening kemilau yang memantulkan suatu kenangan semusim lalu.
Ya, kenangan semusim lalu.
Nayma mengusap kaca jendela yang di burami embun.
Akhir- akhir ini Makassar memang sering dirundung mendung. Sebuah nuansa alam yang rentan menghadirkan perasaan melankolik. Ah ….
Ditengoknya bangsal pria. Pasien – pasien tengah asyik dalam dengkurnya yang pulas. Cuma ada beberapa yang mengerang manja. Tapi segera diam kembali begitu tak ditanggapi.
Nayma menatap keluar.
Semusim lalu , ya, semusim lalu. Hujan kecil – kecil begini pula ketika cerita itu memulai tualangnya. Dalam irama yang membuai perasaan.
Ia seperti mendengar kembali erangan lirih itu. Dari ujung sana, tepat disisi tembok sebelah timur.
Bergegas ia kesana. Mencari tahu. Oh, rupanya pasien kecelakaan lalu lintas yang baru masuk tiga hari lalu. Dicermatinya sesaat. Tak ada yang keliru. Ia baru saja hendak bertanya ketika disadarinya pasien itu ternyata sedang tidur.
Berarti tadi Cuma igauan.
Hh, nayma menghela nafas. Diperhatikannya wajah lelap dihadapanya. Hmm. Seraut wajah tampan yang lembut, tapi tegas. Ada semangat terpantul dari situ. Hidungnya yang kukuh- mancung, alis tebal yang merimbun tertib, dan bibir yang tipis namun padat, oh, pasti ia selalu menjadi pusat perhatian gadis – gadis.
Ia baru hendak beranjak , ketika di dengarnya sebuah teguran. “ suster”.
Rupanya ia telah bangun.
“ ya?” sahut nayma lembut.
“ aku haus. Tolong . . .”
Cepat nayma mengambilkan air minum. Dan cowok itu meraihnya dengan ucapan terima kasih.
Ia mencoba duduk. Ditengoknya keluar. Suasana masih mendung kelabu. Wajahnya kembali menoleh ke nayma.
Nayma memberikan seulas senyum. “ bagaimana perasaanmu, sudah membaik ?”
“ rasanya begitu”.
“ baguslah. Itu akan mempercepat penyembuhan.”
Cowok itu menatap teraan nama di dada nayma.
“ namamu nayma?” tanyanya.
Nayma mengangguk.
“ aku reza. Cukup panggil rez saja,” ucapnya langsung memperkenalkan diri dalam pesan yang sangat wajar. “ kau yang bertugas sore ini ?”
“ ya,” sahut nayma.
Cowok itu menatapnya lagi. “ sudah kelas berapa?”
Nayma tersenyum malu. Ia meraba teraan namanya, lalu berkata pelan. “ kalau ini warnanya hijau, berarti kelas tiga. Kalau kuning , kelas dua, dan kalau merah, kelas satu.”
“ berarti kau sudah kelas tiga ya? Sebentar lagi tamat dong !”
Nayma merunduk sipu. “ kalau mas sendiri?”
“kuliah.”
“Di jurusan apa?”
“ Komunikasi.”
Ditengoknya arloji. “ Wah,” katanya,”Sudah waktunya membuat laporan pasien. Aku akan mengontrol dulu, ya?”
“Silahkan.”
Nayma pun bangkit.
Di luar, hujan masih turun satu – satu.

Hari – hari berikutnya, pasien itu menjadi pasien favoritnya.
“Kok bisa jadi begini,Mas?” Nayma mengganti perban di betis cowok itu.
“Biasa, kecelakaan.”
Nayma kembali tersenyum. “ Pacar Mas, sudah diberitahu?”
“ Tahu dari mana kalau aku sudah punya pacar?”
“Ah, masak seperti Mas ini belum punya pacar. Pasti-lah!”
Cowok itu tertawa.” Siapa bilang aku sudah punya pacar?”
“ Jadi belum?” nayma terperangah.
“Yap!”
“ ah, masak ?”
“ iya. Alasan cewek – cewek itu serupa : uh, mas reza tidak pernah konsekuen soal waktu, mas reza tidak pernah punya waktu, mas reza lebih mementingkan berita – berita konyol itu ! uh-uh-uh !” cowok itu tertawa.” Habis mau gimana lagi ? memang profesi wartawan kan ya begitu itu. Jadi mereka dong yang harus mengerti.” Iya kembali tertawa.”
Nayma ikut tertawa.
“ aku doakan deh moga – moga bisa dapat gadis yang ,mas dambakan. Biar selalu bahagia !”
“ thanks.”

Tiga hari kemudian, keadaan cowok itu mulai menunjukan perubahan yang berarti. Makin baik. Pelan – pelan ia mulai melepaskan kruknya.
Nayma tersenyum melihatnya.
Cowok itu memandangnya sendu.
“ sebenarnya aku sedang sedih.”
“ oh, kenapa?”
“mungkin besok aku meninggalkan rumah sakit ini.”
Leher nayma tersekat. Ada desir asing yang sekonyong – konyong mengganggu perasaannya. Hek! Itu berarti kami harus segera berpisah? Kami?
o-o! nayma tiba – tiba merunduk. Berbagai perasaan sperti saling tempur dihatinya, tergenang dalam bauran yang sukar untuk dipahaminya. Semburat warna – warni seperti membias begitu saja, tanpa aturan yang sanggup menenteramkan dan menerang- jelaskan tampukharapan yang ditengah menari dihatinya.
“ nayma, ini berarti kita akan berpisah, kan?” suara yang berat dan serak.
Nayma tak menyahut. Lidahnya kelu. Apakah kami memiliki perasaan yang sama?
“ selama disini, aku merasakan suatu kebahagiaan dirawat olehmu. Takkan ku lupakan ini. “
“ aku …., “ nayma menelan ludah.” Itu sudah tugasku, rez.”
“ bagiku lebih dari sekedar tugas.”
“oh, aku tidak mengerti. “
“tidak perlu. Cukup kau tahu betapa aku selalu merasa bahagia berada disisimu.”
Nayma memejamkan mata karena haru. Hatinya tersentuh. Berbunga – bunga . dan meletupkan harapan yang kian mengembang. Apakah ini berarti ia pun…
“ suster! Tolong ! dia muntah - muntah lagi!” tiba – tiba terdengar teriakan dari belakang, membuat nayma bergegas melepaskan diri dari sentuhan reza.
“ aku pergi dulu, ada pasien gawat,” katanya tergesa.
“ ya, “ reza cepat mengangguk.”selamat bertugas, suster!”
Nayma tak sempat lagi memberikan seulas senyum manis.
Padahal ia ingin sekali melakukannya untuk reza.

Dan hujan turun lagi. Tempat tidur disisi tembok sebelah timur itu telah kosong. Nayma menatap sedih. Ia telah pergi, bisiknya lungkrah. Meninggalkan harapan yang terus menyemai dihatiku. Bagaimana aku dapat bertemu dengannya lagi ? Aku tak tahu ia dimana, sedang apa, dan bagaimana keadaannya. Barangkali telah ada gadis lain yang menjadi perawat pribadinya sekaligus menempati sebuah ruang khusus dihatinya. Oh, my God !! bisik hati Nayma kecewa bercampur putus asa.

Dua minggu kemudian, Pos jaga rumah sakit mengumumkan sesuatu.
“ Kepada siswa Nayma, sekali lagi, kepada siswa Nayma, harap segera ke piket. Ada surat!”
Nayma yang tengah berbicara dengan Mona, segera berlari menuju pos piket. Begitu menerima sepucuk surat, dadanya langsung berdebar. Betapa tidak ? nama sang pengirim amat ia kenal.
Setengah berlari pula ia kembali ke kelas. Menyudut ke pojok sepi, lalu mulai membukanya.
Oh, ternyata sepucuk kartu.
Cantik dan artistic modelnya.
Hanya dua baris kalimat tertera di dalamnya :
Untuk Nayma yang manis,
Thanks ya atas segalanya.
Reza.
Tapi itu sudah cukup membuat Nayma nyaris melayang.
Nayma membacanya berulang – ulang. Dan tak bosan – bosan.

“Nayma, ada surat dari ibumu!”
Nayma segera menerimanya. Dari Sengkang. Sebuah daerah kabupaten di timur Makassar yang terkenal dengan Danau Tempe-nya.
Nayma anakku, sebenarnya ini sangat berat untuk ibu katakan. Tapi tak apalah. Sebab semua juga tergantung padamu.
Begini, ada seorang pemuda datang melamarmu. Anak Pak Bani, itu, yang tinggal di dekat masjid. Namanya Andi idris. Masih ingat, kan ? dulu dia suka main ke rumah. Sekarang dia sudah Insinyur. Katanya sudah lama ia tertarik padamu. Tapi segalanya tergantung padamu. Menurut ibu tidak ada salahnya kau pertimbangkan. Toh sekolahmu hamper selesai. Kalau mau lanjut ke kebidanan atau S-1 keperawatan, kata Idris, ia pun sanggup menunggu. Ia hanya ingin kalian di ikat saja dulu dalam pertunangan. Itu saja. Ibu menunggu jawabanmu. Terima, atau tidak. Salam dari ibu dan adik – adikmu.
Nayma melipat kembali surat itu. Ia ingat Andi idris. Seorang cowok yang baik, sopan, dan ramah. Wajahnya pun cakep. Hitam manis. Dalam usia yang relative masih muda, ia sudah berhasil meraih gelar insinyur. Wuuu… bukan main. Tapi . . . .
Bayangan Reza memintas dimatanya. Ah . yakin, amat yakin bahwa cowok itulah yang kini jadi pilihannya. Dan ia sungguh tak ingin kehilangannya.
Sekarang ia tahu apa keputusannya.
Ditariknya secarik kertas. Ia akan segera membalasnya. Dan jawabannya sudah pasti : TIDAK.
Ia sedang menanti kehadiran Reza malam nanti yang telah berjanji untuk mengajaknya kencan ke rimba kota.

Reza tidak mengingkari janjinya. Tepat pukul tujuh ia muncul. Begitu keluat menjumpai Reza, ramai – ramai teman – teman seasramanya bermanis senyum.
“ Jangan lupa looo . . .!” kata mereka kompak,” Sekotak Terang bulan yang di Urip sana juga tidak bakal di tolak kok!”
Malam itu mereka nonton di Mal Ratu indah. Lalu mampir di kafe tenda seputaran pantai Losari yang menyajikan masakan seafood yang lezat. Ditambah minuman sarabba dan penganan pisang epe sebagai penutup. Semilir angin pantai yang hangat menambah hangat hati mereka. Pada saat itulah, Reza dengan amat lembut mengungkapkan perasaannya.
“Sebenarnya ini sudah lama aku rasakan. Aku sungguh tidak bisa melupakanmu. Sampai aku yakin bahwa aku memang telah terpikat padamu.”
Dada Nayma serasa mao meledak. Rasanya atap tenda yang menaungi kepalanya seperti mekar dan lepas. Air laut seperti naik dan mengalasi kakinya hingga ia tak berpijak di bumi. Lampu – lampu kapal yang membuang sauh di laut Sulawesi tampak berkedip – kedip. Dan hatinya pun meriap – riap di atas temaram remukan laut. Cahaya kota Makassar yang gempita seperti bertepuk tangan untuknya.
Kini tak ada lagi keraguan. Reza adalah segalanya.

Hari- hari berikutnya adalah hari – hari merah jambu yang takkan mungkin dilupakannya sepanjang hidup. Menginjak bulan kelima, nayma mulai gelisah. Reza sudah jarang muncul. Kalau sekadar jarang sih, nayma maklum akan pekerjaan cowok itu sebagai wartawan. Tapi ini … ya ampun , ia tak muncul – muncul sampai hamper sebulan!
Nayma benar – benar gelisah. Dan sedih. Hatinya terasa ditusuk – tusuk. Dan ini membuat wajahnya senantiasa murung.
“coba kau susul ke kantornya, atau ke kampusnya. Sekadar Tanya apa salahnya, kan?” saran ratih.
“ apakah mungkin ia tak lagi di kota ini?” Tanya nayma masgul.
“lebih baik ditanya dulu deh.”
“tapi…, “ nayma menggigit bibirnya. “kalau memang benar, kenapa ia tak mengabariku? Sekadar pamit kek…”
“ barang kali ia tak sempat lagi, ma. Cobalah , sekalian kau Tanya kemana ia pindah.”
Keesokan harinya nayma pun berangkat ke kantor redaksi Koran tempat reza bekerja.jawaban yang ia dapatkan adalah :
“ kami juga heran, sudah lama reza tidak masuk. Yang kami tahu bahwa kuliahnya sudah selesai. Tanpa babibu, eh, malah kabur!”
Itulah awal kekecewaan nayma. Ia telqah mengabaikan apapun demi mempertahankan cintanya. Ia telah membuat harapan ibunya tertebas dengan menolak tawaran pertunangan andi idris. Ia telah melakukan apa saja .demi reza. Demi mengejar mimpi masa remajanya. Namun…..

Hujan masih turun satu- satu. Iramanya semakin jelas terdengar. Mengurai kenangan jadi berkeping- keeping. Meneteskan lagu sedih dengan nada yang tertatih – tatih. Langit Makassar seperti menyenandungkan lagu pilu yang mengiriskan hati. Tak ada lagi cahaya, tak ada lagi gemerlap harapan.
Nayma beringsut dari tempatnya. Lalu melangkah ke sal A. tempat tidur di sisi tembok sebelah timur itu kini diisi seorang laki- laki tua pasien operasi usus buntu. Nayma segera memalingkan muka . tapi tiba - tiba saja mengerang sakit.
Bergegas nayma kesana. Memeriksa disana sini. Ternyata tak ada yang keliru. Di tengoknya wajah sang pasien. Oh, rupanya ia sedang tidur.
Berarti tadi Cuma igauan.
Nayma menghela nafas. Sebelum akhirnya melangkah pergi. Ada sebutir embun jatuh di pipinya.


Oleh :Bambang Sukmawijaya
Sumber : Sumber : Kartini No. 2266

Senin, 08 Maret 2010

Mata Kuliah Adaptif Softskill Bahasa Indonesia 1

BAB 1
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Latar belakang saya dalam pembuatan makalah ini adalah sebagai tugas softskill yang diberikan oleh dosen bahasa Indonesia.materi yang diberikan adalah pembuatan makalah mengenai banjir. Makalah ini saya buat berdasarkan beberapa referensi dari beberapa buku.
Banjir pada dasarnya adalah bencana alam yang ditimbulkan oleh tingkah laku manusia. Hal ini terjadi karena kurangnya kesadaran manusia akan menjaga lingkungannya dalam kehidupan sehari- hari seperti membuang sampah sembarangan, penebangan pohon secara liar yang mengakibatkan hutan menjadi gundul karena tanah tidak dapat menyerap air.
Saya akan sedikit menjelaskan mengenai dampak akibat dari banjir.














B. IDENTIFIKASI MASALAH
Banjir yang akhir- akhir ini terjadi memberikan inspirasi kepada saya untuk membuat makalah ini. Yang ditinjau dari kejadian – kejadian yang ada maka saya akan menspesifikasikan banjir mengenai dampak banjir dan memberi tips cara penanggulangan masalah banjir.

C. PEMBATASAN MASALAH
Dalam makalah ini saya akan membatasi materi tentang banjir yang telah diberikan oleh dosen dengan lebih menspesifikasikan terhadap dampak atau akibat dari banjir.
Masalah banjir dan upaya untuk mengatasinya yang telah populer dan beredar luas di masyarakat maupun di lingkungan aparatur pemerintah sampai saat ini masih banyak yang keliru. Kekeliruan, ketidakseragaman dan keterbatasan pengertian masyarakat terhadap masalah ini menimbulkan dampak negatif terhadap upaya mengatasi masalah banjir, antara lain berupa kurangnya kepedulian dan peran masyarakat dalam mengatasi masalah banjir serta kesalahan persepsi menyangkut upaya mengatasi banjir. Sebagian besar masyarakat beranggapan bahwa upaya mengatasi banjir adalah merupakan kewenangan dan tanggung jawab pemerintah sepenuhnya.
D. PERUMUSAN MASALAH
1. Dampak apa saja yang di akibatkan oleh banjir?
2. Bagaimana cara menanggulangi bencana banjir ?





E. TUJUAN MASALAH
Tujuan disusunnya makalah untuk menyelesaikan tugas yang telah diberikan oleh dosen juga sebagai prasyarat agar dapat memperoleh nilai softskill. Selain itu penyusunan ini juga untuk membuka jendela pengetahuan tentang permasalahan yang ada saat ini. Akan tetapi bermanfaat juga bagi meraka yang membutuhkan untuk referensi ataupun bahan bacaan semata dan mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan.

F. MANFAAT ATAU KEGUNAAN PENULISAN MAKALAH
Manfaat yang di dapatkan dari penulisan makalah ini adalah menambah wawasan cara penulisan makalah. Harapan saya adalah makalah ini juga dapat bermanfaat bagi para pembaca dan masyarakat Indonesia pada umumnya.














BAB II
PEMBAHASAN DAN ISI
Masalah banjir berdampak sangat luas terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu upaya untuk mengatasinya harus merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kegiatan pembangunan yang menyeluruh dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sehubungan dengan paradigma baru dalam melaksanakan pembangunan yang dikaitkan dengan penyelenggaraan otonomi daerah, terjadinya krisis ekonomi serta berbagai permasalahan yang ada, semakin meningkatkan bobot dan kompleksitas permasalahan yang dihadapi. Sehubungan dengan itu diperlukan penyempurnaan terhadap kebijakan, strategi dan upaya penanganan masalah banjir yang telah ada, baik yang menyangkut aspek-saspek teknis maupun nonteknis.
Berbagai fenomena bencana khususnya banjir merupakan indikasi yang kuat terjadinya ketidakselarasan dalam pemanfaatan ruang, yakni : antara manusia dengan kepentingan ekonominya dan alam dengan kelestarian lingkungannya.
Beberapa istilah dan pengertian teknis yang perlu dimengerti dan dipahami oleh masyarakat secara benar antara lain tentang:
1. Daerah aliran sungai (DAS) adalah suatu kesatuan wilayah tata air yang terbentuk secara alamiah dimana air meresap dan / atau mengalir melalui sungai dan anak-anak sungai yang bersangkutan.
2. Wilayah sungai adalah kesatuan wilayah pengelolaan sumber daya air dalam satu atau lebih daerah aliran sungai.
Bencana alam banjir yang silih berganti yang terjadi di suatu daerah merupakan salah satu dampak negative kegiatan manusia pada suatu DAS. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa kegiatan manusia menyebabkan DAS gagal menjalankan fungsinya sebagai penampung air hujan, penyimpanan air.
Bencana banjir disebabkan akibat ulah manusia atau akibat dari hujan yang berkepanjangan. Penyebab yang paling utama dari bencana banjir adalah curah hujan yang tinggi.
Penebangan hutan dapat menyebabkan banjir karena lahan yang terbuka atau lahn gundul tidak dapat menahan air hujan. Akibatnya debit aliran akan melebihi daya tamping sehingga meluap sehingga mengakibatkan banjir.
Akibat hujan yang aliran airnya melalui hutan – hutan gundul daerah yang kurang tanaman di permukaan bumi sebagai daya serap air maka timbulah banjir. Selama terjadi pemindahan dan perubahan panjang lembah sungai hasil pengendapan sedimen pada bekas aliran yang di tinggalkan akan membentuk suatu lengkungan dataran yang luas,yang di sebut dataran banjir. Dataran banjir ini merupakan daerah yang sering tergenang air pada saat terjadi banjir. Luas daerah dataran banjir dapat jauh lebih besar dari alur sungainya sendiri.
Ada beberapa penyebab banjir salah satunya adalah karena aktivitas manusia. Anatara lain adalah sebagai berikut :
1. Penggundulan hutan.
2. Pemukiman yang berada di bantaran sungai.
3. Urbanisasi.
4. Sistem pengelolaan air atau sistem drainase yang buruk.


Penyebab terjadinya bencana banjir akibat alam sendiri secara umum dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) hal, yakni :
1. Kondisi alam yang bersifat statis, seperti kondisi geografi, topografi, dan karakteristik sungai.
2. Peristiwa alam yang bersifat dinamis, seperti : perubahan iklim, pasang surut, sedimentasi, dan sebagainya.
3. Aktivitas sosial-ekonomi manusia yang sangat dinamis, seperti penggundulan hutan, konversi lahan pada kawasan lindung, pemanfaatan sempadan sungai/saluran untuk permukiman, pemanfaatan wilayah retensi banjir, perilaku masyarakat, keterbatasan prasarana dan sarana pengendali banjir dan sebagainya.
Genangan yang terjadi sehubungan dengan aliran di saluran drainase akibat hujan setempat yang terhambat masuk ke saluran induk dan atau ke sungai, sering juga disebut banjir.

Terjadinya bencana banjir dapat dikurangi dengan cara sebagai berikut :
1. Melakukan reboisasi atau penghijaun kembali terhadap hutan yang gundul.
2. Pengerukan lumpur dan sampah dari sungai.
3. Membuat bendungan.
4. Memberi pengetahuan kepada masyarakat tentang pentingnya memelihara lingkungan.
5. Pembuatan sumur resapan.
6. Memperbanyak lahan terbuka yang ditanami pepohonan.
7. Pembuatan teras- teras dan gundukan pada lahan miring.
8. Pembuatan tanggul – tanggul di pinggir sungai.
9. Kerja bakti pelurusan sungai.
10. Pembuatan sistem saluran air.
11. Di kawasan perkotaan dibuat kanal- kanal sungai, selokan air.
12. Meningkatkan kesadaran penduduk dalam upaya memelihara lingkungan hidup.
Dalam upaya pengembangan dan pemanfaatan sumber daya air pada satuan –satuan wilayah sungai merupakan input yang penting untuk :
• Menjamin terjadinya keseimbangan antara kebutuhan dan penyediaan air baku bagi berbagai kegiatan sosial-ekonomi melalui pengaturan jenis dan intensitas pemanfaatan ruang
• Menjamin berlangsungnya fungsi-fungsi hidrologis melalui penetapan kawasan-kawasan berfungsi lindung sehingga kontinuitas ketersediaan air pada musim kemarau dapat terjaga, sementara resiko terjadinya bencana dapat diminimalkan.
• Mencegah terjadinya konflik pemanfaatan potensi sumber daya air antar sektor maupun antar wilayah, dimana penataan ruang berfungsi sebagai landasan pelaksaaan koordinasi dan kerjasama pembangunan.



BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Bencana banjir memiliki dampak negative yang terburuk adalah timbulnya korban jiwa, baik meninggal akibat tenggelam dan hanyut maupun luka – luka akibat terseret arus banjir.Bencana banjir juga dapat menyebabkan rusaknya bangunan harta benda milik masyarakat.
Ada beberapa tips untuk menghadapi banjir :
1. Sebelum banjir itu terjadi
masyarakat melakukan kerja bakyi membersihkan saluran air, melakukan kegiatan 3M, membuang sampah pada tempatnya, dan menyediakan bak penyimpanan air bersih.
2. Selama banjir
Evaluasi keluarga ke tempat saudara atau dataran yang lebih tinggi, matikan peralatan listrik,mengamankan barang – barang berharga,turut serta membuat tenda – tenda pengungsian,tenda dapur umum, mendirikan pos kesehatan dan menggunakan air bersih seefisien mungkin.
3. Setelah banjir terjadi
Membersihkan tempat tinggal sendiri dan lingkungan rumah serta tetangga terdekat, melakukan pemberantasan sarang nyamuk, membuat sumur gali, ikut serta memperbaiki sarana umum yang rusak.

SARAN

Peningkatan kesadaran dan peranserta masyarakat dalam penataan ruang yang bertujuan untuk mencegah terjadinya bencana banjir dan longsor melalui sosialisasi informasi pemanfaatan ruang secara kontinu dan sistematis.
Marilah kita bersama – sama menjaga dan melestarikan lingkungan sekitar agar bencana banjir jarang terjadi. Dengan cara meningkatan kesadaran kita terhadap kebersihan.
Marilah kita bergotong royang untuk menyelematkan bumi yang telah memberikan kita kehidupan yang sempurna ini.
















DAFTAR PUSTAKA
1. Direktorat Sungai Dirjen Pengairan.1993.Flood Plain Management Plan for Upper Citarum Basin.Citarum Hulu.
2. Siswoko, Ir. Dipl. HE.1986.River Engineering, Lecture Notes untuk Pendidikan Pasca Sarjana Teknik Pengairan.Bandung.
3. Wardiyatmoko ,K.,MM,DRS.Ipa.Penerbit Eirlangga.Jakarta.
4. Tim Cipta Pertiwi Prima. Ampuh Ilmu Pengetahuan Sosial.Penerbit Eirlangga.Jakarta.
5. Tim New Teaching Resource.2008.Ilmu Pengetahuan Sosial Untuk Sekolah Dasar Kelas VI.Penerbit Eirlangga.Jakarta.
6. Berbagai Peraturan Perundang-Undangan yang menyangkut Sungai dan Banjir.
7. Jansen.1979. Principles of River Engineering. Pitman.

Rabu, 13 Januari 2010

Ekonomi Pulih 2010

Ekonomi Pulih 2010
Kamis, 30 April 2009 | 05:46 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Perekonomian Indonesia diperkirakan baru pulih tahun 2010, tetapi tidak akan bisa kembali ke posisi seperti tahun 2008. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2010 di kisaran 5-6 persen yang dihitung berdasarkan perekonomian tahun 2009.
”Pemulihan ekonomi memang bisa terjadi pada tahun 2010, tetapi tidak akan mengembalikan seperti posisi 2008 karena basis perhitungannya (pertumbuhan ekonomi 2009) sudah menurun,” ujar Menteri Keuangan yang juga Pelaksana Jabatan Menteri Koordinator Perekonomian Sri Mulyani Indrawati pada Musyawarah Nasional III Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) di Jakarta, Rabu (29/4).
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun 2009 sebesar 4,5 persen. Pertumbuhan ekonomi tahun 2008 sebesar 6,1 persen. Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2009 hanya 2,5 persen. Tahun 2010 diprediksi sebesar 3,5 persen.
Pertumbuhan ekonomi sangat berpengaruh pada penciptaan lapangan kerja. Badan Pusat Statistik menyebutkan, pada situasi normal, setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi bisa menciptakan 700.000 lapangan kerja baru. Namun, pada saat krisis, setiap 1 persen pertumbuhan hanya menciptakan 300.000-400.000 lapangan kerja baru.
Stimulus daerah
Guna mendorong aktivitas ekonomi di daerah, Menteri Keuangan meminta pemerintah daerah ikut memberikan stimulus fiskal. Ada tiga provinsi dan satu kota yang menyediakan stimulus fiskal, yaitu Sulawesi Utara, Jawa Timur, Sumatera Barat, dan Kota Makassar.
Stimulus yang diberikan berupa pengurangan beban bagi dunia usaha dan meningkatkan daya beli masyarakat. Hal itu antara lain menghapus retribusi jembatan timbang, menghapus kewajiban membuat surat izin usaha perdagangan, menyediakan pinjaman berbunga murah, kredit mikro tanpa bunga, dan kredit khusus pedagang kaki lima.
Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat membuka Munas III Apkasi di Istana Negara, Rabu, meminta para bupati berkomunikasi lebih intensif dengan pelaku usaha di daerah di tengah krisis global yang terjadi saat ini.
”Upaya pemerintah untuk menahan merebaknya pemutusan hubungan kerja perlu dilakukan dengan memastikan dunia usaha tetap bertahan dan tumbuh,” ujar Presiden di hadapan para bupati dari 399 kabupaten di Indonesia.
(DAY/OIN)
Menurut Pendapat saya:
Meskipun pulihnya perekonomian tidak seperti tahun 2008 namun dampak positifnya adalah perkembangan dan perubahan yang berdampak baik bagi perekonomian di Indonesia. Meskipun diperkirakan hanya akan mengalami perubahan sebesar 3,5 persen pada tahun 2010 ini setidaknya ini harus dijadikan sebagai acuan untuk dapat lebih baik lagi dalam memulihkan perekonomian ke depannya.

Selanjutnya dapat melihat artikel ini lebih lengkap di situs :
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2009/04/30/05460937/Ekonomi.Pulih.2010.

Saya menulis ini tidak bertujuan komersil hanya untuk menambah nilai mata kuliah softskill.

Jumat, 01 Januari 2010

BAB 8 PERMODALAN KOPERASI

BAB 8
PERMODALAN KOPERASI



Konsep Modal:

• Modal merupakan sejumlah dana yang akan digunakan untuk melaksanakan usaha – usaha koperasi.
 Modal jangka panjang
 Modal jangka pendek
• Koperasi harus mempunyai rencana pembelanjaan yang konsisten.

SUMBER – SUMBER MODAL KOPERASI

A. Sumber – sumber Modal Koperasi (UU NO.12/1967)
• Simpanan Pokok
• Simpanan Wajib
• Simpanan Sukarela
• Modal Sendiri

B. Sumber – Sumber Modal Koperasi (UU NO.25/1992)
• Modal Sendiri (equity capital)
• Modal Pinjaman (dept capital)


SUMBER – SUMBER MODAL KOPERASI (UU No. 25/1992)

1. Modal Sendiri (equity capital) , bersumber dari simpanan pokok anggota, simpanan wajib, dana cadangan, dan donasi/ hibah.
2. Modal Pinjaman (dept capital), bersumber dari anggota, koperasi lainnya, bank atau lembaga keuangan lainnya, penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya, serta sumber lain yang sah.

DISTRIBUSI CADANGAN KOPERASI

• Cadangan menurut UU No.25/1992 adalah sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan sisa hasil usaha yang dimasukan untuk memupuk modal sendiri dan untuk menutup kerugian koperasi bila diperlukan.
• Sesuai anggaran dasar yang menunjuk pada UU No. 12/1967 menentukan bahwa 25% dari SHU yang diperoleh dari usaha anggota di sisihkan untuk cadangan , sedangkan SHU yang berasal bukan dari usaha anggota sebesar 60% disisihkan untuk cadangan.

MANFAAT DISTRIBUSI CADANGAN

• Memenuhi kewajiban tertentu
• Meningkatkan jumlah operating capital koperasi
• Sebagai jaminan untuk kemungkinan – kemungkinan rugi di kemudian hari
• Perluasan usaha

Kamis, 31 Desember 2009

BAB 7 JENIS – JENIS DAN BENTUK KOPERASI

BAB 7
JENIS – JENIS DAN BENTUK
KOPERASI


1. Jenis Koperasi ( PP 60 Tahun 1959)

a. Koperasi Desa
b. Koperasi Pertanian
c. Koperasi Peternakan
d. KoperasiPerikanan
e. Koperasi Kerajinan / Industri
f. Koperasi Simpan Pinjam
g. Koperasi Konsumsi


2. Jenis Koperasi menurut Teori Klasik terdapat 3 jenis Koperasi :

a. Koperasi Pemakaian
b. Koperasi penghasil atau Koperasi Produksi
c. Koperasi Simpan Pinjam


3. Ketentuan Penjenisan Koperasi Sesuai Undang – Undang No. 12 / 67 tentang Pokok – Pokok Perkoperasian ( pasal 17)

1. Penjenisan Koperasi di dasarkan pada kebutuhan dari dan untuk efisiensi suatu golongan dalam masyarakat yang homogen karena kesamaan aktivitas / kepentingan ekonominya guna mencapai tujuan bersama anggota – anggotanya.
2. Untuk maksud efisiensi dan ketertiban , guna kepentingan dan perkembangan Koperasi Indonesia , di tiap daerah kerja hanya terdapat satu Koperasi yang sejenis dan setingkat.


4. Bentuk Koperasi ( PP No. 60 / 1959)

a. Koperasi Primer
b. Koperasi Pusat
c. Koperasi Gabungan
d. Koperasi Induk

Dalam hal ini, bentuk Koperasi masih dikaitkan dengan pembagian wilayah administrasi.



5. Bentuk Koperasi yang disesuaikan Dengan Wilayah Administrasi Pemerintahan ( Sesuai PP 60 Tahun 1959)
• Di tiap Desa ditumbuhkan Koperasi Desa.
• Di tiap Daerah tingkat II ditumbuhkan Pusat Koperasi
• Di tiap Daerah tingkat I ditumbuhkan Gabungan Koperasi
• Di Ibu Kota ditumbuhkan Induk Koperasi

6. Koperasi Primer dan Koperasi Sekunder
• Koperasi Primer merupakan Koperasi yang anggota – anggotanya terdiri dari orang – orang.
• Koperasi Sekunder merupakan Koperasi yang anggota – anggotanya adalah organisasi koperasi.

Selasa, 10 November 2009

Bab6 Pola Manajemen Koperasi

BAB 6
Pola Manajemen Koperasi


Pengertian Manajemen dan Perangkat Organisasi

• Definisi Paul Hubert Casselman dalam bukunya berjudul “ The cooperative Movement and some of its problem” yamg mengatakan bahwa : “ cooperation is an economic system with social content”.
• Artinya koperasi harus bekerja menurut prinsip- prinsip ekonomi dengan melandaskan pada azas – azas koperasi yang mengandung unsure- unsure social di dalamnya.
• Unsur social yang terkandung dalam prinsip koperasi lebih menekankan kepada hubungan antar anggota , hubungan anggota dengan pengurus,tentang hak suara, cara pembagian dari sisa hasil usaha dan sebagainya seperti yang dapat kita lihat dalam :
 Kesamaan derajat yang diwujudkan dalam “one man one vote” dan “no voting by proxy”.
 Kesukarelaan dalam anggota
 Menolong diri sendiri (self help)
 Persaudaraan/ kekeluargaan (fraternity and unity)
 Pembagian sisa hasil usaha proporsional dengan jasa-jasanya.
• Menurut Prof. Ewell Paul , Ph.D mengatakan bahwa manajemen koperasi melibatkan 4 unsur yaitu:
a. Anggota
b. Pengurus
c. Manajer
d. Karyawan merupakan penghubung antara manajemen dan anggota pelanggan
• Menurut UU No.25/1992 yang termasuk Perangkat Organisasi Koperasi adalah :
a) Rapat Anggota
b) Pengurus
c) Pengawas


Rapat Anggota

Setiap anggota koperasi mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Seorang anggota berhak menghadiri rapat anggota dan memberikan suara pada rapat anggota serta mengemukakan pendapat dan saran kepada pengurus baik di luar maupun di dalam rapat anggota. Anggota secara keseluruhan menjalankan menajemen dalam suatu rapat anggota dengan menetapkan :
a) Anggaran dasar
b) Kebijakan umum serta pelaksanaan keputusan koperasi
c) Pemilihan / pengangkatan/ pemberhentian pengurus dan pengawas
d) Rencana kerja , pertanggung jawaban pengurus dalam pelaksanaan tugasnya
e) Pembagian SHU


Pengurus Koperasi

Menurut Leon Garayon dan Paul O.Mohn dalam bukunya “The Board of Directions of cooperative” fungsi pengurus adalah :
a) Pusat pengambilan keputusan tertinggi
b) Pemberi nasihat
c) Pengawas atau orang yang dapat dipercaya
d) Penjaga berkesinambungannya organisasi


Pengawas

Tugas pengawas adalah melakukan pemeriksaan terhadap tata kehidupan koperasi, termasuk organisasi, usaha- usaha dan pelaksanaan kebijaksanaan pengurus, serta membuat laporan tertulis tentang pemeriksaan.


Manajer

Peranan manajer adalah membuat rencana ke depan sesuai dengan ruang lingkup dan wewenangnya: mengelola sumberdaya secara efisien, memberikan perintah, bertindak sebagai pemimpin dan mampu melaksanakan kerja sama dengan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi (to get things done by working with and through people).

Partisipasi Anggota yang efektif dipengaruhi oleh :
1. Kesesuaian antara Output program koperasi dengan kebutuhan dan keinginan para anggota.
2. Permintaan anggota dengan keputusan – keputusan pelayanan koperasi.
3. Tugas koperasi dengan kemampuan manajemen koperasi.

Jumat, 06 November 2009

Bab 5 Sisa Hasil Usaha

BAB 5
SISA HASIL USAHA

PENGERTIAN SHU


Menurut pasal 45 ayat (1) UU No.25/1992, adalah sebagai berikut :
• Sisa Hasil Usaha Koperasi adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi biaya, penyusutan dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.
• SHU setelah dikurangi dana cadangan, dibagikan kepada anggota sebanding jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing anggota dengan koperasi, serta digunakan untuk keperluan pendidikan perkoperasian dan keperluan koperasi sesuai dengan keputusan Rapat Anggota.
• Besarnya pemupukan modal dana cadangan ditetapkan dalam Rapat Anggota.
• Penetapan besarnya pembagian kepada para anggota dan jenis serta jumlahnya ditetapkan oleh Rapat Anggota sesuai dengan AD/ART Koperasi.
• Besarnya SHU yang diterima oleh setiap anggota akan berbeda, tergantung besarnya partisipasi modal dan transaksi anggota terhadap pembentukan pendapatan koperasi.


INFORMASI DASAR

Beberapa informasi dasar dalam penghitungan SHU anggota diketahui sebagai berikut :
1. SHU Total Koperasi pada satu tahun buku
2. Bagian (persentase) SHU anggota
3. Total simpanan seluruh anggota
4. Total seluruh transaksi usaha (volume usaha atau omzet) yang bersumber dari anggota
5. Jumlah simpanan peranggota
6. Omzet atau Volume usaha peranggota
7. Bagian (persentase) SHU untuk simpanan anggota
8. Bagian (persentase) SHU untuk transaksi usaha anggota.

Istilah – istilah Informasi Dasar
• SHU TOTAL adalah SHU yang terdapat pada neraca atau laporan laba-rugi koperasi setelah pajak (Profit After tax)
• Transaksi anggota adalah kegiatan ekonomi (jual beli barang atau jasa) antara anggota dengan koperasinya.
• Partisipasi Modal adalah kontribusi anggota dalam memberi modal koperasinya yaitu bentuk simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan usaha, dan simpanan lainnya.
• Omzet atau volume usaha adalah total nilai penjualan atau penerimaan dari barang dan atau jasa pada suatu periode waktu atau tahun buku yang bersangkutan.
• Bagian (persentase) SHU untuk simpanan anggota adalah SHU yang diambil dari SHU bagian anggota yang ditujukan untuk jasa modal anggota.
• Bagian (persentase) SHU untuk transaksi usaha anggota adalah SHU yang diambil dari SHU bagian anggota yang ditujukan untuk jasa transaksi anggota.


RUMUS PEMBAGIAN SHU

• Menurut UU No. 25/1992 pasal 5 ayat 1 mengatakan bahwa “Pembagian SHU kepada anggota dilakukan tidak sematamata berdasarkan modal yang dimiliki seseorang dalam koperasi, tetapi juga berdasarkan pertimbangan jasa usaha anggota terhadap koperasi. Ketentuan ini merupakan perwujudan kekeluargaan dan keadilan”.
• Di dalam AD/ART koperasi telah ditentukan pembagian SHU sebagai berikut : Cadangan Koperasi 40%, jasa anggota 40%, dana pengurus 5%, dana karyawan 5%, dana pendidikan 5%, dana social 5%, dana pembangunan lingkungan 5%.
• Tidak semua komponen diatas harus diadopsi dalam membagi SHU-nya. Hal ini tergantung dari keputusan anggota yang ditetapkan dalam rapat anggota.


SHU per anggota

• SHUA = JUA + JMA
Dimana :
SHUA : Sisa Hasil Usaha Anggota
JUA = Jasa Usaha Anggota
JMA = Jasa Modal Anggota
SHU per anggota dengan model matematika
• SHU Pa = Va x JUA + Sa x JMA
VUK TMS
Dimana :
SHU Pa : Sisa Hasi Usaha per Anggota
JUA : Jasa Usaha Anggota
JMA : Jasa Modal Anggota
VA : Volume Usaha Anggota (total transaksi anggota)
UK ; Volume Usaha total koperasi (total transaksi koperasi)
Sa : Jumlah simpanan anggota
TMS : Modal Sendiri total ( simpanan anggota total)




PRINSIP – PRINSIP PEMBAGIAN SHU KOPERASI


1. SHU yang dibagi adalah yang bersumber dari anggota
2. SHU anggota adalah jasa dari modal dan transaksi usaha yang dilakukan anggota sendiri
3. Pembagian SHU anggota dilakukan secara transparan
4. SHU anggota dibayar secara tunai.